Jalan Baru

Kata pengantar

Dengan penerbitan ini entah berapa puluh ribu “Djalan Baru” sudah disiarkan. Sedjak terbitnja, bulan Agustus 1948, “Djalan Baru” sudah disiarkan dengan segala matjam djalan : ditjetak, distensil, ditik, dan ditulis. la ditjetak di Djawa, ia ditjetak diluarnegeri oleh Partai sekawan, ia distensil di Sumatera, Sulawesi, dll. Pendeknja, “Djalan Baru” sudah banjak tersiar. Walaupun demikian, mengingat pentingnja isi buku ketjil ini, kita berpendapat bahwa “Djalan Baru” belum tjukup banjak disiarkan. Oleh karena itu, kali ini kita terbitkan lagi “Djalan Baru”. Kita akan sangat bergembira djika djuga diusahakan penerbitan jang banjak dalam bahasa2 daerah seperti bahasa Djawa, Sunda, Madura, Minangkabau, Bugis dll.

“Djalan Baru” tidak hanja penting untuk anggota dan tjalon-anggota PKI. Tiap2 orang revolusioner dan progresif di Indonesia jang mau bekerdja baik untuk kemenangan revolusi tanahairnja diwadjibkan menguasai isi “Djalan Baru”. Untuk mengerti PKI dan mengerti Revolusi Indonesia, hingga sekarang hanja “Djalan Baru” satu-satunja jang bisa rnemberi pendjelasan; isinja padat dan menggambarkan strategi jang djitu dan taktik2 jang tepat dalam tingkat perdjuangan nasional sekarang. Memang, diakui bahwa ada perkataan2 dan kalimat2 jang rnasih perlu dirubah (misalnja perkataan RIS supaja dibatja RI). Perlunja ada perubahan2 dalam bahasa ini, perubahan mana samasekali tidak mengubah isinja, adalah tidak mengurangi sedikitpun pentingnja “Djalan Baru”, sebagai pedoman untuk pekerdjaan2 politik dan organisasi se-hari2.

“Djalan Baru” adalah dasar dari fikiran Kawan Musso, seorang zeni revolusioner bangsa Indonesia, seorang Kawan jang djudjur, ichlas, tadjam dan berani. Musso mempuniai tjaranja sendiri dalam melawan imperialisme dan melawan Musuh2 Rakjat, jaitu tjara jang keras, tjara jang tidak kenal ampun atau tjara Musso. “Djalan Baru” menggambarkan pada kita apa jang dinamakan tjara Musso itu. Setjara singkat: “Djalan Baru” adalah perdjuangan jang tidak mengenal ampun terhadap oportunisme “Kiri” dan Kanan didalam dan diluar partai.

Djakarta, 23 Mei 1951.
Redaksi “Bintang Merah”

Keterangan Penerbit pada tjetakan ke-VI

Sebagaimana diterangkan dalam Kata Pengantar dari Red. “Bintang Merah”, “Djalan Baru” ini telah banjak sekali disiarkan dengan berbagai djalan. Sekalipun demikian, sekarang masih sangat banjak kami terima permintaan akan “Djalan Baru” ini. Karena persediaan dari tjetakan ke-V jang diterbitkan oleh “Bintang Merah” telah habis terdjual, maka kami lakukan tjetakan jang ke-VI ini. Penerbit

Djakarta, Djuli 1952.

Keterangan Penerbit pada tjetakan ke-Vll

Tjetakan jang ke-VII dari “Djalan Baru” ini sebenarnja sudah hendak dilakukan satu — dua bulan jang lalu karena banjaknja Permintaan, sedangkan tietakan jang ke-VI sudah lama habis. Tetapi atas permintaan CC PKI, Pentjetakan kembali jang ke-Vll ini telah ditunda, karena akan ada kemungkinan perubahan2. Demikianlah dalam tjetakan ke-VII ini telah diadakan perubahan2 oleh CC PKI atas dasar putusan Sidang Plenonja pada bulan Oktober 1953.

Penerbit
Djakarta, 5 Oktober 1953.

Rapat Polit-Biro CC PKI pada tgl 13-14 Agustus 1948 di Djokjakarta, setelah mendengar uraian Kawan Musso tentang pekerdjaan dan kesalahan Partai dalam dasar2 organisasi dan politik serta setelah mengadakan diskusi se-dalam2nja memutuskan, mengambil resolusi seI bagai berikut :

I Lapangan organisasi

Untuk dapat memahamkan kesalahan2 PKI dilapangan organisasi, sebaiknja diuraikan lebih dahulu sedikit riwajat PKI.

Dalam tahun 1935 PKI dibangunkan kembali setjara illegal atas inisiatif Kawan Musso. Selandjutnja PKI illegal inilah jang memimpin perdjuangan anti-fasis selama pendudukan Djepang. Kesalahan pokok dilapangan organisasi jang dibuat oleh PKI illegal jalah, tidak dimengertinja perubahan2 keadaan politik didalamnegeri sesudah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sebenarnja pada saat itulah, PKI harus melepaskan bentuknja jang illegal dan muntjul dalam masjarakat Indonesia Merdeka dengan terang2an.

Akan tetapi karena pada saat itu dan seterusnja bentuk jang illegal ini masih dipegang teguh, maka dengan demikian PKI telah mendorong orang2 jang menghendaki adanja PKI, untuk medirikan PKI legal, dan telah memberi kesempatan kepada anasir2 avonturir jang berhaluan Trotskis untuk mendirikan PBI. Dengan berdirinja PKI legal dan PBI ini, maka timbullah keharusan bagi PKI illegal untuk merebut se-lekas2nja pimpinan atas Partai2 ini, supaja perdjuangan klas buruh djangan sampai menjimpang dari rel revolusioner. Dengan sendirinja keharusan ini mengakibatkan terbagi-baginja kader illegal kita, jang sudah tentu melemahkan organisasi.

Oleh sebagian kawan2 dari PKI illegal, didirikan Partai Sosialis Indonesia, jang, kemudian membuat kesalahan besar karena mengadakan fusi dengan Partai Rakjat Sosialis dari Sutan Sjahrir dan mendjeIma mendjadi Partai Sosialis. Dengan adanja fusi ini, maka terbukalah djalan bagi Sutan Sjahrir dan kawan2nja untuk memperkuda Partai Sosialis. Kedjadian ini dmungkinkan oleh kurang sedar dan kurang waspadanja kawan2 dari PKI illegal jang turut mengemudikan Partai Sosialis.

Kemudian tidak sedikit djum]ah kader2 illegal kita jang diperlukan baik didalam Pemerintahan maupun didalarn Badan Pekerdja KNIP. Sehingga dengan sendirinja tidak mungkin lagi bagi kawan2 ini mentjurahkan segenap tenaganja kepada pekerdjaan dalam ketiga Partai tsb. diatas (PKI legal, PBI, Partai Sosialis). Hal ini lebih melemahkan organisasi.

Berhubung dengan semua ini, maka kedudukan dan rol Partai Komunis Indonesia sebagai Partai klas buruh dan pelopor revolusi telah diperketjil. PKI ditempatkan pada tempat jang tidak semestinja, sehingga sebagai Partai dan organisasi samasekali tidak mewudjudkan kekuatan jang berarti. Dengan demikian sangat berkuranglah tradisi baik dan popularitet PKI dalam waktu sebelum dan selama perang dunia ke-II. Kesalahan besar dalam lapangan organisasi ini diperbesar lagi, karena kaum Komunis sangat mengetjilkan kekuatan klas buruh dan Rakjat seluruhnja dan karena kaum Komunis terpengaruh oleh propaganda dan antjaman Amerika. Oleh sebab itu telah mendjadi takut dan kurang pertjaja kepada kekuatan tenaga anti-imperialis jang dipelopori oleh Soviet Uni. Dengan demikian PKI membesar-besarkan kekuatan imperialisme umumnja dan imperialisme Amerika chususnja. Dengan demikian pula PKI memberikan terlampau banjak konsesi kepada imperialisme dan klas burdjuis.

Adanja tiga Partai klas buruh sampai sekarang (PKI legal, PBI dan Partai Sosialis), jang semuanja dipimpin oleh Partai Komunis illegal, mengakui dasar2 Marxisme-Leninisme dan sekarang tergabung dalam Front Demoktasi Rakjat serta mendjalankan aksi bersama berdasarkan program bersama, telah mengakibatkan ruwetnja gerakan buruh seumumnja. Hal ini sangat menghalangi kemadjuan dan perkembangan kekuatan organisasi klas buruh, djuga sangat menghalangi meluas dan mendalamnja ideologi Marxisme-Leninisme jang konsekwen. Dengan demikian telah memberi banjak kesempatan kepada musuh klas buruh untuk menghalangi kemadjuan gerakan Komunis dengan djalan mendirikan ber-matjam2 Partai Kiri jang palsu dan jang memakai sembojan2 jang semestinja mendjadi sembojan PKI (diantaranja : “Perundingan atas dasar Kemerdekaan 100%”).

Oleh karena sikap jang anti-Leninis dalam hal politik organisasi ini, maka dilapangan serikatburuhpun kaum Komunis dengan demikian telah sangat menghalangi tumbuhnja keinsafan politik kaum buruh seumumnja sebagai pemimpin Revolusi Nasional. Kaum Komunis jang merninipin gerakan buruh (serikatburuh) lupa, bahwa menurut Lenin serikatburuh itu adalah sekolahan untuk Komunisme. Melalaikan propaganda Komunisme dikalangan kaum buruh, berarti dengan langsung menghalangi bertambah sedarnja kaum buruh sebagai pemimpin Revolusi Nasional jang anti-imperialisme dan anti-feodalisme. Berarti melupakan arti gerakan kaum buruh sebagai sumber jang terpenting bagi PKI untuk mendapat kader2nja.

Pengaruh daripada kesalahan dalam lapangan organisasi jang telah dilakukan oleh kaum Komunis dengan djelas dan terang nampak djuga dikalangan perdjuangan tani, dimana pengaruh PKI djuga sangat lemah. Padahal kaum tani amat besar artinja sebagai sekutu kaum buruh dalam Revolusi Nasional. Dengan tidak adanja bantuan jang aktif dari kaum tani, Revolusi Nasional tentu akan kalah.

Dari sudut organisasi kaum Komunis mempunjai pengaruh jang tidak ketjil dikalangan pemuda, terutama dalam Pesindo, Akan tetapi karena gerakan ini tidak langsung terkenal sebagai massa organisasi PKI, sedangkan PKI sebagai Partai tidak terang2an memeloporinja, maka ideologi Komunisme dikalangan pemuda terbukti kurang terang dan ruwet, sehingga pendirian pemuda ragu2. Akibat jang langsung dari politik organisasi sematjam ini jalah, terhalangnja kemadjuan perkembangan propaganda Komunisme dikalangan pemuda. Pun dikalangan wanita, kaum Komunis tidak mempunjai pengaruh jang agak penting. Terang bahwa kaum Komunis mengetjilkan rol kaum wanita dalam Revolusi sekarang.

Dikalangan pradjurit, kaum Komunis mempunjai pengaruh jang agak penting djuga. Akan tetapi karena adanja tiga Partai kaum buruh, maka kaum proletar dan kaum tani jang bersendjata ini dalam prakteknja tidak bersikap terang terhadap PKI dan dengan demikian simpati golongan pradjurit pada Komunisme tidak dapat diperluas. Dilapangan organisasi, PKI tidak mempunjai akar jang kuat dan dalam dikalangan pradjurit.

Semua keruwetan dalam lapangan organisasi djuga menjebabkan tidak kuatnja PKI dalam gerakan sosial dan kebudajaan seperti sport, kesenian dll.nja, baik dalam lapangan organisasi maupun dalam lapangan ideologi. Berhubung dengan kesalahan2 jang mengenai azas dalam lapangan organisasi seperti tsb. diatas dan menarik peladjaran dengan se-baik2nja dari kedjadian di Jugoslavia, maka rapat Polit-Biro PKI memutuskan untuk mengadakan perubahan jang radikal, jang bertudjuan supaja :
1. Selekas-lekasnja mengembalikan kedudukan PKI sebagai pelopor klas buruh.
2. Selekas-lekasnja mengembalikan tradisi PKI jang baik pada waktu sebelum dan selama perang dunia ke-II.
3. PKI mendapat HEGEMONI (kekuasaan jang terbesar) dalam pimpinan Revolusi Nasional ini.

Dalam pekerdjaan jang maha sukar ini, Polit-Biro jakin, bahwa PKI akan dapat melakukan perubahan radikal tersebut diatas dengan tjepat. Waktu achir2 ini, kalangan kaum Komunis sendiri, oleh karena pekerdjaan sehari2 dikalangan Rakjat lebih diperhatikan dan bertambah terasanja keruwetan dan kekatjauan, telah mulai mentjari djalan untuk keluar dari djurang reformisme dengan mengadakan kritik dan self-kritik, terutama didalam rapat pleno CC PKI tgl. 10-11 Djuni 1948 dan dalam rapat Polit-Biro tgl. 2 Djuli 1948. Akan tetapi oleh karena kritik dan self-kritik ini belum benar2 merdeka dan bersifat bolsjewik, maka rapat tsb. belum dapat mengetahui kesalahan2 jang benar2 mengenai strategi dalam lapangan organisasi maupun politik. Akan tetapi selama pertukaran fikiran dengan Kawan Musso dalam rapat Polit-Biro kritik dan self-kritik didjalankan dengan leluasa. Semua anggota Polit-Biro seia-sekata mengakui kesalahan2nja dengan terus-terang dan sanggup akan memperbaiki seIekas-Iekasnja.

Djalan satu2nja untuk melikwidasi kesalahan pokok itu dengan tjara radikal jalah mengadakan hanja SATU Partai jang LEGAL daripada klas buruh. Ini berarti dihapuskannja pimpinan PKI jang illegal. Seperti tsb. diatas, PKI jang dibangunkan kembali oleh Kawan Musso setjara illegal pada tahun 1935 itu melandjutkan perdjuangannja pada waktu pendjadjahan Djepang sampai zaman Republik, dan hingga waktu ini masih memimpin gerakan anti-imperialis.

PKI illegal ini hingga sekarang didjadikan sasaran oleh kaum Trotskis jang langsung atau tidak langsung tergabung dalam Pari, dengan maksud untuk mengatjaukan gerakan Rakjat dengan mengatakan, bahwa PKI itu adalah PKI jang diperkuda oleh Belanda atau “PKI Van der Plas”, artinja PKI jang didirikan untuk kepentingan Belanda. Tuduhan ini lebih2 lagi menundjukkan ketjurangan golongan Trotskis untuk membusukkan PKI illegal, jang benar dibangunkan kembali oleh Kawan Musso dengan kawan2 jang lain, diantaranja kawan2 almarhum Pamudji, Sukajat, Abdul Aziz, Abdul Rachim dan kawan2 Djokosudjono, Achmad Sumadi, Ruskak, Marsaid, kemudian diteruskan oleh kawan2 Amir Sjarifuddin, Wikana, Sudisman, Sardjono, Subijanto almarhum, Sutrisno, Aidit dll.

Semua kesalahan2 dilapangan politik organisasi jang tsb. diatas, pada pokoknja jalah mengetjilkan rol Partai Komunis Indonesia sebagai satu2nja kekuatan jang seharusnja memegang pimpinan daripada klas buruh dalam mendjalankan revolusi. Berdasarkan itu, maka rapat Polit-Biro PKI telah memutuskan, bahwa seterusnja harus hanja ada satu Partai jang berdasarkan Marxisme-Leninisme dalam kalangan kaum Buruh. Polit-Biro PKI memutuskan mengadjukan usul, supaja diantara tiga Partai jang mengakui dasar2 Marxisme-Leninisme jang sekarang telah tergabung dalam Front Demokrasi Rakjat serta telah mendjalankan aksi bersama, berdasarkan program bersama, selekas-lekasnja diadakan fusi (peleburan)*), sehingga mendjadi SATU Partai klas buruh dengan memakai nama jang bersedjarah, jaitu Partai Komunis Indonesia, disingkat PKI. Hanja Partai sedemikian itulah jang akan dapat memegang rol sebagai pelopor dalam gerakan Kemerdekaan sekarang ini.

Revolusi kita adalah Revolusi Nasional atau Revolusi Demokrasi Burdjuis dalam zaman imperialisme dan Revolusi Proletar dunia. Menurut kodratnja dan dipandang dari sudut sedjarah maka hanja klas buruhlah, sebagai klas jang paling revolusioner dan konsekwen anti-imperialisme, jang semestinja memimpin revolusi ini, dan bukan klas lain. Adapun tjara mewudjudkan fusi ini dengan selekas-lekasnja bendaknja sbb.:
1. Membersihkan PKI dari anasir2 jang tidak baik.
2. Membentuk Komite Fusi jang berkewadjiban:
a. Mendaftar anggota 2 PBI dan Partai Sosialis jang dapat diusulkan dengan segera mendjadi anggota PKI.
b. Menjiapkan masuknja anggota2 lainnja jang masih kurang madju dengan memberi kepada mereka, kewadjiban untuk mempeladjari buku-buku Marxisme-Leninisme, kursus2, pekerdjaan jang tertentu dsb.
3. Setelah semua ini selesai, lalu mengadakan Kongres Fusi daripada ketiga Partai, dimana ketiga Partai dilebur mendjadi satu dengan memakai nama Partai Komunis Indonesia dan dipilih Central Comite jang baru setjara demokratis.

Dengan adanja hanja satu Partai klas buruh jaitu PKI, maka pekerdjaan akan mendjadi lebih sederhana dan rasionil. Adanja satu PKI jang legal, rnemudahkan dan menegaskan pekerdjaan tiap2 Komunis dalam serikat buruh, dalam perdjuangan tani, pemuda, wanita, dalam gerakan sosial dll.

Oleh karena PKI adalah Partai klas jang miskin dan jang tertindas, seharusnja susunan pimpinan dan susunan Partai seluruhnja sebagian besar terdiri dari elemen2 proletar sedangkan kaum intelektuil seharusnja mendjadi Pembantu jang tidak dapat diabaikan dalam semua hal terutama dalam pekerdjaan pembentukan kader2 dan dalam mempertinggi tingkatan teori anggota PKI. Kesalahan2 pokok hingga sekarang, disebabkan pula oleh karena kurangnja elemen-elemen proletar dalam pimpinan Partai.

Rapat Polit-Biro memperkuat putusan CC PKI untuk membentuk suatu organisasi-massa baru, jalah : “Lembaga Persahabatan Indonesia-Soviet Uni”. Ini perlu sekali, oleh karena di Indonesia terdapat sangat banjak orang jang bersimpati kepada Soviet Uni dan jang masih segan memasuki PKI. Perlu sekali adanja lembaga itu, supaja Rakjat djelata mengetahui lebih banjak tentang Soviet Uni, supaja Rakjat djelata mempunjai kepertjajaan lebih besar kepada gerakan demokrasi Rakjat jang dipimpin oleh Soviet Uni. Kekuatan Soviet Uni dan kekuatan2 anti-imperialis lainnja diseluruh dunia sebenarnja adalah djauh lebih besar daripada kekuatan blok imperialisme jang dipimpin oleh Amerika Serikat, jang djuga bemiat mendjadjah kembali tanahair kita.

II Lapangan politik

Politik luarnegeri

Dalam lapangan politik luarnegeri, rapat Polit-Biro berpendapat, bahwa kesalahan2 besar jang telah dibuat oleh kaum Komunis Indonesia selama tiga tahun ini tidak bersifat kebetulan, melainkan mempunjai akar jang berasal semendjak meletusnja perang dunia II dan pendudukan tanahair kita oleh Djepang dan jang selandjutnja dipengaruhi oleh pendirian jang salah dari partai2 sekawan, jaitu Partai-partai Komunis Eropa Barat (Perantjis, Inggris dan Belanda).

Pendirian politik jang salah dari Partai2 Komunis di Eropa Barat ini pada umumnja, jalah karena tidak dimengertinja perubahan2 jang besar dilapangan politik internasional dan perubahan2 keadaan dinegerinja masing2 sesudah perang dunia II berachir dengan hantjumja negeri2 fasis Djerman, Italia dan Djepang. Semendjak perang dunia II meletus, maka gerakan kaum buruh revolusioner di-negeri2 kapitalis, untuk sementara waktu, harus melakukan politik bekerdja-sama dengan semua tenaga-anti-fasis dinegerinja masing2 termasuk pemerintah Amerika, Inggris, Perantjis, Belanda dsb. Pun djuga gerakan revolusioner dari Rakjat di-negeri2 djadjahan, untuk sementara harus melakukan politik sematjam itu.

Setelah Soviet Uni terlibat dalam perang dunia II karena serangan fasis Djerman, maka bagi Soviet Uni djuga timbul keharusan untuk erat bekerdja bersama dengan negara2 besar jang bersekutu melawan negeri2 fasis.

Semuanja bermaksud memperhebat perlawanan terhadap penjerang2 fasis, musuh jang paling berbahaja pada waktu itu, bukan sadja bagi negeri2 kapitalis dan imperialis, tetapi djuga bagi Soviet Uni, bagi gerakan buruh revolusioner di-negeri2 kapitalis dan imperialis dan bagi gerakan revolusioner dari Rakjat dinegeri djadjahan. Setelah perang dunia II berachir dengan hantjurnja ketiga negeri fasis tadi, maka bagi Partai2 Komunis dinegeri2 kapitalis dan imperialis dan bagi perdjuangan revolusioner di-negeri2 djadjahan sudah tidak ada alasan lagi untuk melandjutkan kerdjasama dengan pemerintahnja masing2. Apalagi sesudah ternjata, bahwa kaum burdjuis sudah mulai menggunakan tjara-tjara untuk menindas gerakan kemerdekaan dinegeri djadjahannja.

Kesalahan dari Partai2 Komunis Perantjis dan Inggris dan djuga Partai Komunis Belanda jang terpengaruh oleh Partai Komunis Perantjis, jalah karena tidak dimengertinja perubahan besar jang telah berlaku dalam lapangan politik internasional sesudah perang dunia, terutama jang mengenai perdjuangan kemerdekaan dari Rakjat di-negeri2 djadjahan.

Pada saat perang dunia II berachir dengan hantjurnja negeri2 fasis, maka perdjuangan kemerdekaan di-negeri2 djadjahan harus dikobar-kobarkan lagi dengan sehebat-hebatnja dan Partai2 Komunis di-negeri2 pendjadjah harus menjokong se-kuat2nja. Kerdjasama dalam perdjuangan kemerdekaan Rakjat jang didjadjah dengan negeri2 imperialis sudah tidak lagi pada tempatnja!

Akan tetapi, karena tidak faham tentang perubahan keadaan politik ini, maka CPN (Partai Komunis Belanda) beranggapan, bahwa perdjuangan Rakjat Indonesia tidak boleh keluar dari batas dominion status dan oleh karenanja sembojan jang paling baik untuk Indonesia menurut pendirian mereka jalah: “Uni-verband”, atau dengan perkataan lain : tetap tinggal dalam lingkungan “Commonwealth” Belanda. Djadi Rakjat Indonesia harus terus-menerus “kerdjasama” dengan imperialisme Belanda. Demikian pula pendirian Partai Komunis Perantjis terhadap perdjuangan kemerdekaan Vietnam…

Hal jang tidak boleh dilupakan jalah, bahwa di Indonesia selama pendudukan Djepang sudah ada Komunis2 palsu dan komunis2–renegat (penghianat), jang suka mendjalankan kerdjasama dilapangan politik dengan fasis Djepang.

Politik jang reformis dari Partai2 Komunis di-negeri2 Eropa Barat, disebabkan karena tidak fahamnja akan perubahan2 keadaan internasional jang penting sesudah perang dunia II berachir. Oleh kawan2 bekas anggota CPN jang tiba di Indonesia, dengan otomatis dengan tidak dipikirkan dalam-dalam, djuga dengan tidak ditjotjokkan dengan keadaan objektif (proklamasi kemerdekaan tanggal 17-8 tahun 1945), politik reformis ini telah dipraktekkan, sehingga akibatnja sangat membahajakan kemadjuan Revolusi Nasional kita. Perlu ditegaskan, bahwa politik reformis jang berasal dari luarnegeri ini djustru memberi kesempatan berkembangnja aliran reformis jang menguasai politik luarnegeri Republik dan jang dipimpin oleh kaum sosialis kanan (Sutan Sjahrir). Politik reformis ini dapat dinjatakan dengan dua hal :
1. Mentjari keuntungan dan bantuan dengan kerdjasama, bukan dengan golongan anti-imperialis melainkan dengan golongan imperialis. Jaitu dengan rnenggunakan pertentangan2 diantara imperialisme Inggris dan Amerika dan diantara imperialisme Inggris dan imperialisme Belanda. Pada permulaannja imperialisme Inggrislah jang diadjaknja bermain-mata. Dasar daripada politik reformis ini diletakkan dalam Manifes Politik Pemerintah Republik November 1945.

2. Menghadapi imperialisme Belanda tidak dengan perdjuangan jang konsekwen revolusioner dan anti-imperialis, melainkan dengan politik reaksioner atau politik kompromis jang bersembojan: “bukan kemenangan militer jang dimaksudkan, melainkan kemenangan politik”. Djadi bukannja perdjuangan dengan sendjata jang diutamakan, melainkan perdjuangan politik, sedangkan, imperialisme Belanda terus-menerus berusaha memperkuat tenaga militernja.

Kaum Komunis jang membiarkan berkembangnja dan meradjalelanja politik reaksioner ini, malahan turut serta menjokongnja, telah membuat dua matjam kesalahan :
a. Lupa akan peladjaran teori revolusioner kita, bahwa Revolusi Nasional anti-imperialis dizaman sekarang ini sudah mendjadi bagian daripada Revolusi Proletar dunia. Kesimpulan daripada peladjaran ini jalah, bahwa Revolusi Nasional di Indonesia harus berhubungan erat dengan tenaga2 anti-imperialis lainnja didunia, jaitu perdjuangan revolusioner diseluruh dunia, baik di-negeri2 djadjahan atau negeri setengahdjadjahan, maupun di-negeri2 kapitalis-imperialis. Sebab semua ini adalah sekutu daripada Revolusi Nasional kita. Negeri Soviet Uni sebagai tenaga anti-imperialis jang terbesar dan terkuat harus dipandang sebagai pangkalan, sebagai benteng jang terkuat, atau sebagai pemimpin dan pelopor daripada semua perdjuangan anti-imperialis diseluruh dunia. Sebab hanja ada dua golongan didunia jang berhadapan dan berlawanan satu sama lainnja, jaitu golongan imperialis dan golongan anti-imperialis. Bagi Revolusi Nasional Indonesia, tidak ada tempat lain selainnja difihak golongan anti-imperialis! Hanja dari fihak golongan anti-imperialis sebagai sekutu jang sedjati, Revolusi Nasional Indonesia dapat memperoleh keuntungan dan bantuan jang diperlukan, dan bukan dari fihak golongan imperialis.

b.Kesalahan jang kedua jalah, bahwa tidak tjukup dimengerti perimbangan kekuatan antara Soviet Uni dan imperialisme Inggris-USA, setelah Soviet Uni berhasil dengan sangat tjepatnja menduduki seluruh Tung Pai (Mansjuria). Pada waktu itu sudah ternjata kedudukan Soviet Uni jang sangat kuat dibenua Asia, jang mengikat banjak tenaga militer daripada imperialisme USA, Inggris dan Australia dan dengan demikian memberi kesempatan baik bagi Rakjat Indonesia untuk memulai revolusinja. Pada saat itu kaum Komunis Indonesia sudah membesar-besarkan kekuatan Belanda dan imperialisme lainnja dan mengetjilkan kekuatan Revolusi Indonesia serta golongan anti-imperialis lainnja.

Konsekwensi jang sudah semestinja dari politik kaum sosialis kanan (Sutan Sjahrir) jang reaksioner itu, jalah penanda-tanganan truce agreement 1946 dan selandjutnja penanda-tanganan persetudjuan Linggadjati jang memungkinkan imperialisme Belanda menjiapkan perang kolonial, jang meletus pada tanggal 21 Djuli 1947.

Akibat kesalahan pokok dalam lapangan politik tidak habis disitu sadja; konsekwensi jang lebih mentjelakakan lagi jalah tidak lain daripada penanda-tanganan persetudjuan Renville. Persetudjuan Renville ini adalah puntjak akibat kesalahan2 jang reaksioner, jang telah membawa Republik pada tepi djurang kolonialisme. Tanggung-djawab jang berat ini terletak dipundak kaum Komunis.

Kesalahan selandjutnja jang besar pula jalah bahwa kabinet Amir Sjarifuddin mengundurkan diri dengan sukarela dan dengan tidak ada perlawanan samasekali. Kaum Komunis pada waktu itu tidak ingat akan peladjaran Lenin: “Soal pokok daripada tiap revolusi adalah soal kekuasaan negara”. Dengan bubarnja kabinet Amir Sjarifuddin terbukalah djalan bagi elemen2 burdjuis komprador untuk memegang pimpinan pemerintahan dan dengan demikian djuga pimpinan Revolusi Nasional kita, sedangkan kaum Komunis mengisolasi dirinja dalam oposisi. Dapat dlkatakan, bahwa saat itulah Revolusi Nasional kita benar2 berada dalam bahaja, jang makin lama makin mendjadi besar. Sedjak saat itulah Revolusi Nasional kita makin lama makin djelas merosot kedalam djurang kapitulasi (penjerahan) kepada imperialisme Belanda cs, akibat politik kompromis jang sangat reaksioner daripada elemen2 burdjuis Indonesia jang memegang pimpinan pemerintahan.

Politik kompromis jang reaksioner ini makin menguntungkan imperialisme Belanda dan makin membesarkan bahaja bagi Republik kita. Sesudah kaum Komunis tidak lagi duduk didalam pemerintahan dan setelah mereka, mulai giat bekerdja dikalangan Rakjat djelata, maka mereka mulai sedar akan kesalahan2 dan kekurangan-kekurangannja, diantara lain kelemahan2 organisasi Partai serta organisasi massa, terutama dikalangan kaum buruh dan tani. Mereka mulai insaf, bahwa terutama harus diusahakan penjelesaian soal agraria dengan se-lekas2nja, jang dahulunja sangat kurang mendapat perhatian mereka, padahal masaalah tani adalah masaalah jang penting bagi Revolusi Nasional Indonesia.

Djuga mulai diinsafi, bahwa dengan tidak adanja sokongan, terutama dari Rakjat pekerdja (buruh, tani-pekerdja dan pekerdja lainnja) jang berorganisasi rapi, tidaklah mungkin mewudjudkan hegemoni klas buruh dalam Revolusi National kita ini, dan tidak mungkin pula membentuk suatu pemerintahan kerakjatan jang kuat dan stabil (jang berdiri tegak). Oleh karenanja kaum Komunis berdaja-upaja dengan segiat-giatnja mengorganisasi massa Rakjat pekerdja, agar dalam waktu jang pendek dapat menjusun massa-organisasi jang rapi dalam berbagal kalangan Rakjat pekerdja, jang berkewadjiban mendjalankan rol sebagai tulang-punggung Revolusi Nasional kita. Ternjata bahwa didalam 6 bulan jang belakangan ini, sedjak pimpinan negara dipegang oleh elemen2 burdjuis komprador, tumbuhnja politik jang reaksioner berdjalan dengan tjepatnja. Malahan pada beberapa bulan jang belakangan sudah tampak tanda2, bahwa politik pemerintah jang reaksioner itu akan tumbuh ketingkatan kontra-revolusioner.

Hal ini sebagian disebabkan, karena agitasi dan propaganda dari fihak kaum Komunis untuk menjedarkan massa Rakjat pekerdja tentang kekeliruan2 politik pemerintah, disana-sini telah didjalankan dengan tjara jang kurang bidjaksana, hingga menjinggung perasaan. Akan tetapi sebagian lagi disebabkan, karena tindakan2 jang reaksioner dari fihak pemerintah terhadap hak2 demokrasi Rakjat pekerdja, sedangkan Rakjat pekerdja sudah makin sedar akan rol dan kewadjibannja serta hak2nja dalam Revolusi Nasional. Tindakan2 reaksioner jang telah njata diantaranja jalah :
a. Penghapusan hak2 demokrasi jang pokok misalnja hak berdemonstrasi, walaupun buat sementara.
b. Niat untuk mengekang hak mogok bagi kaum buruh, dengan tidak mengindahkan samasekali faktor2 jang njata, jaitu jang memaksa kaum buruh menggunakan sendjata perdjuangannja jang paling tadjam itu untuk membela nasibnja dan membela Revolusi Nasional.
c. Politik dalam lapangan dkonomi jang terang-terangan reaksioner, jang menentang dan memperkosa UUD Republik kita fasal 33 dan jang sangat merugikan penghidupan Rakjat pekerdja, serta kedudukan negara dan Revolusi Nasional kita. Ini semua hanja mengunfungkan beberapa orang burdjuis komprador jang dengan terang2an menundjukkan sikap anti-nasional,
d. Politik dilapangan agraria jang reaksioner dan antjaman terhadap kaum tani jang sudah sedar akan rol dan kewadjibannja sebagai tenaga jang penting dalam pelaksanaan Revolusi Nasional dan karenanja telah bergerak menghilangkan segala sisa feodalisme dilapangan agraria.
a. Perintah untuk mendaftar nama2 dan mengamat-amati tindakan2 pemimpin2 Rakjat pekerdja. Teranglah, bahwa tindakan pemerintah jang reaksioner itu, jang bermaksud mempertahankan kedudukannja dan menguntungkan beberapa kelompok kaum burdjuis, tidak boleh tidak tentu makin meruntjingkan pertentangan antara Rakjat pekerdja dan pemerintah. Djadi bukannja kaum buruh jang meruntjingkan pertentangan klas, melainkan kaum burdjuis sendiri.

Sudah mendjadi kewadjiban kaum Komunis untuk menjedarkan Rakjat pekerdja dan kaum progresif terhadap berkembangnja politik reaksioner jang berbahaja dari pemerintah jang achimja pasti akan mendjerumuskan Revolusi Nasional kita kedjurang kegagalan dan kemusnahan. Dengan demikian dimaksudkan supaja tenaga massa Rakjat pekerdja bersama dengan tenaga progresif lainnja dapat merubah haluan politik pemerintah jang tidak sehat dan berbahaja itu kearah djurusan jang sehat. Walaupun kaum Komunis sekarang telah mendapat pengaruh lebih besar daripada diwaktu sebelum meninggalkan pemerintah, akan tetapi oleh karena tidak tahu tentang kesalahannja jang pokok dalam lapangan politik, maka sikap sebagian besar daripada Rakjat terhadap Komunisme djuga masih belum tjukup terang dan tegas.

Berhubung dengan itu, rapat Polit-Biro menetapkan, bahwa PKI dalam susunan jang baru dengan tegas harus membatalkan persetudjuan Linggadjati dan Renville, jang dalam prakteknja telah mendjadi sumber daripada bermatjam-matjam keruwetan diantara pemimpin2 dan Rakjat djelata. Hapusnja persetudjuan Linggadjati dan Renville berarti bahwa Republik Indonesia merdeka sepenuhnja dan Rakjat tidak terikat lagi oleh persetudjuan2 jang mengikat dan memperbudak. Dengan demikian Rakjat didaerah pendudukan akan mendapat kemerdekaan luas untuk beraksi terhadap Belanda. Hapusnja persetudjuan Linggadjati dan Renville berarti djuga, bahwa orang Indonesia boleh menganggap adanja kekuasaan Belanda di Indonesia sebagai pelanggaran kedaulatan Republik jang merdeka, dan oleh karena itu tentara Belanda harus diusir se-lekas2nja. Hapusnja persetudjuan Linggadjati dan Renville menghilangkan segala kebimbangan dikalangan beberapa partai lain untuk memperluas dan meneguhkan hubungan Republik dengan negeri2 asing. Dengan demikian Republik djuga mendapat kesempatan untuk menerobos blokade Belanda jang mengisolasi Republik dari negeri2 luar dalam lapangan ekonomi dan politik.

Kaum Komunis menolak persetudjuan Linggadjati dan Renville, bukannja karena Belanda terbukti tidak setia dan telah mengindjak-indjak persetudjuan itu. Tidak ! Sekali-kali tidak ! Komunis prinsipiil menolak persetudjuan Linggadjati dan Renville, oleh karena persetudjuan-persetudjuan itu djikalau dipraktekkan, akan mewudjudkan negara jang pada hakekatnja sama sadja dengan djadjahan, jang berbeda dengan India, Birma, Filipina dan djadjahan lain2 hanjalah kulitnja sadja. Sebab itu PKI tetap bersembojan: “Merdeka se-penuh2nja”. Penolakan persetudjuan Linggadjati dan Renville berarti djuga selfkritik jang keras dikalangan PKI. Dan pengakuan salah ini harus dipopulerkan djuga kepada Rakjat-banjak.

PKI menolak perundingan dengan Belanda jang tidak didasarkan atas hak jang sama. Komunis prinsipiil tidak menolak perundingan, akan tetapi harus didasarkan atas hak2 jang sungguh-sungguh sama. Dalam perundingan se-kali2 tidak boleh disinggung soal kedaulatan Republik atas seluruh Indonesia.

Dalam perundingan2 inj PKI sanggup memberikan sekedar kondisi dilapangan ekonomi dan kebudajaan kepada orang2 Belanda jang tidak menentang Revolusi kita, lebih daripada jang sekarang biasa diberikan di-negeri2 kapitalis. Dalam politiknja terhadap Soviet Uni PKI mengandjurkan se-bulat2 nja supaja diadakan perhubungan langsung antara Republik Indonesia dengan Soviet Uni dalam segala lapangan. Soviet Uni adalah sekutu jang semestinja dari Rakjat Indonesia jang melawan imperialisme oleh karena Soviet Uni memelopori perdjuangan melawan blok imperialis jang dipimpin oleh Amerika Serikat. Tjukup djelas bagi kita bahwa Amerika Serikat membantu dan mempergunakan Belanda untuk mentjekek Republik kita jang demokratis. PKI harus menerangkan kepada Rakjat-banjak, bahwa pengakuan Soviet Uni membawa kebaikan semata-mata, sebab Soviet Uni sebagai negara kaum buruh tidak mungkin bersifat lain daripada anti-imperialis. Dengan demikian Soviet Uni tidak mempunjai kepentingan lain terhadap Indonesia ketjuali membantu Indonesia dalam perdjuangannja jang djuga bersifat anti-imperialis.

Dalam perdjuangannja melawan irnperialisme, PKI harus menghubungkan diri dengan gerakan2 anti-imperialis di Asia, di Eropa dan di Amerika, terutama sekali dengan Rakjat negeri Belanda jang progresif, jang sebagian besar dari mereka dipimpin oleh CPN. Partai ini walaupun sudah membuat kesalahan2, adalah satu-satunja Partai klas buruh dinegeri Belanda jang sungguh2 membantu gerakan keinerdekaan kita pada waktu sebelum dan sesudah peperangan dunia kedua. CPN adalah djuga mendjadi sekutu kita jang semestinja, dan perhubungan kita dengan CPN harus lebih dikokohkan lagi. Lain daripada itu PKI harus terus-menerus mendesak CPN supaja benar2 meninggalkan politik jang bersembojan : “Unie-verband” jang djahat itu dan menggantinja dengan politik “INDONESIA MERDEKA SEPENUH-PENUHNJA”. Tudjuan PKI jalah mendirikan Republik Indonesia berdasarkan Demokrasi Rakjat, jang meliputi seluruh daerah Indonesia dan jang bebas dari pengaruh imperialisme serta tentaranja.

Politik Dalam negeri

Soal jang penting jalah, bahwa PKI dengan semua djalan harus menghalangi pemerintah sekarang ini djangan sampai terus-menerus memberi konsesi kepada imperialisme karena ini berarti menjerahkan Republik kedalam tangan imperialisme. Lagi pula dalam pekerdjaannja sehari-hari PKI harus dengan giat membela kepentingan2 kaum buruh dan kaum tani. Selandjutnja PKI harus djuga berusaha, se-lekas2nja melikwidasi segala kelemahan Revolusi kita. Kelemahan itu jalah :
1. Klas buruh dengan pelopornja, jaitu PKI, belum memegang hegemoni daripada pimpinan Revolusi Nasional kita. Untuk mewudjudkan hegemoni ini dengan tegas dan teguh, maka perlu sekali dipenuhi siarat2 jang penting, jaitu adanja organisasi Partai jang rapi dan kuat jang meliputi tiap2 pabrik, perusahaan, bengkel, kantor, kampung dan desa, dengan anggota dan kader2 bagian jang sebagian besar terdiri dari kaum, buruh dan tani-pekerdja. Selandjutnja djuga adanja organisasi2 massa jang kuat jang meliputi sebagian besar daripada Rakjat pekerdja dari berbagai golongan, terutama dari kalangan kaum buruh dan tani, sedangkan Pimpinannja harus ditangan Partai.

2. Pimpinan Revolusi Nasional kita, walaupun hegemoninja harus ada ditangan klas buruh, harus diwudjudkan oleh PKI ber-sama2 dengan partai2 atau elemen2 lain jang progresif berdasarkan sebuah program nasional jang revolusioner, jang disetudjui oleh bagian terbesar daripada Rakjat kita. Dengan demikian dapat terbentuk suatu pimpinan revolusi jang seia-sekata dan jang erat bekerdja bersama dengan dan disokong oleh seluruh Rakjat atau se-tidak2nja oleh sebagian terbesar daripadanja. Hingga sekarang hal ini belum tertjapai.

3. Hingga sekarang Revolusi Nasional kita belum melandasi alat2 kekuasaan negara jang lama, jang djiwa, susunan ataupun tjara bekerdjanja masih sangat berbau pendjadjahan. Dalam hal ini PKI tidak boleh melupakan peladjaran Marx jang mengatakan, bahwa kewadjiban tiap revolusi jalah menghantjurkan alat kekuasaan negara jang lama dan menjusun alat kekuasaan negara jang baru. Dengan demikian dapatlah ditjegah usaha musuh untuk merebut kembali kekuasaan negara. Revolusi kita dengan melalaikan kewadjiban ini teiah membahajakan nasibnja sendiri. Oleh karena itu mendjadi kewajjiban jang penting bagi PKI dan semua tenaga progresif untuk selekas-Iekasnja memperbaiki kesalahan jang besar ini. Alat2 kekuasaan negara jang dengan segera harus dirubah dan disusun kembali jalah :

a. Pemerintahan dalamnegeri
Hingga sekarang alat ini boleh dibilang masih hampir samasekali alat lama jang bersifat feodal-kolonial, baik dalam susunan maupun dalam tjara bekerdjanja. Pun orang2nja sebagian besar adalah orang2 lama. Harus segera diusahakan agar supaja susunan pemerintahan desa sampai kabupaten dirubah samasekali setjara radikal, berdasarkan pemerintahan kolegial (kedewanan) jang dipilih langsung oleh Rakjat. Jang penting terutama jalah pemerintahan desa, agar Rakjat tani segera dapat dibebaskan dari belenggu2 feodalisme jang hingga sekarang masih mengikatnja. Perabahan ini harus dilaksaidakan dalam tempo jang se-singkat2 nja. Dengan sendirinia anasir2 jang reaksioner dan kontra-revolusioner harus segera disingkirkan dari kalangan pemerintahan dalamnegeri.

b. Kepolisian negara
Baik anggota2 maupun kader2nja harus diberi pendidikan jang sesuai dengan arti dan isi Revolusi Nasional kita dan kewadjiban kepolisian negara sekarang, jalah membela kepentingan Revolusi Nasional, jang berarti djuga membela kepentingan Rakjat pekerdja chususnja. Djadi kewadjiban mereka sekarang adalah bertentangan samasekali dengan kewadjiban mereka dahulu dizaman pendjadjahan. Terang, bahwa bagi anasir2 jang reaksioner atau kontra-revolusioner tidak ada tempat lagi didalam kepolisian negara. Kepolisian harus dipimpin oleh kader2 jang progresif.

c. Pengadilan negeri
Tjara bekerdjanja pengadilan negeri. harus tidak lagi setjara lama, jang hingga sekarang masih berlaku, melainkan harus dirubah dan didasarkan atas kepentingan Revolusi Nasional kita. Terutama jang mengenai perkara2 politik. Anasir2 jang reaksioner dan kontra-revolusioner harus segera disingkirkan dari aparat ini.

d. Ketentaraan
‘I’entara sebagai alat kekuasaan negara jang terpenting harus istimewa mendapat perhatian. Kader2 dan ang gota2nja harus diberi pendidikan istimewa jang sesuai dengan kewadjiban tentara sebagai aparat terpenting untuk membela Revolusi Nasional kita, jang berarti pula membela kepentin-an Rakjat pekerdja. Tentara harus bersatu dengan dan disukai oleh Rakjat. Tentara harus dipimpin oieh kader2 jang progresif… Dengan sendirinja dan terutama dikalangan kader2nja harus dibersihkan dari anasir2 jang reaksioner dan kontra-revolusioner.

e. Alat2 negara lainnja jana penting2 seperti djawatan2 jang mengurus keuangan negara, alat2 produksi dan distribusi, pada umumnja harus dibersihkan dari anasir2jang reaksioner dan kontra-revolusioner, terutama dalam pimpinannja, agar supaja kepentingan negara dan Rakjat dapat terdjamin.

4. Kelalaian memberikan djaminan kepada anggota-anggota ketentaraan dan kepolisian negara chususnja, dan kepada Rakjat pekerdja umumnja (buruh dan pegawai negeri), hingga menjebabkan terlantarnja nasib mereka ini. PKI harus memperdjuangkan se-lekas2nja tertjapainja djaminan sekurang-kurangnja keperluan hidup se-hari2 bagi Rakjat pekerdja tersebut diatas.

Selain itu harus diperdjuangkan pula segera terlaksananja :
a. bagi kaum buruh : hak2 demokrasi disegala lapangan, oleh karena mereka sebagai pelopor revolusi harus terutama diberi keuntungan banjak.
b. bagi kaum tani : hapusnja sisa2 peraturan zaman feodal dan peraturan2 imperialis dilapangan pertanian, jang bagi Rakjat tani merupakan rintangan hebat untuk mendapat perbaikan nasib. Adapun politik PKI untuk kaum tani diseluruh Indonesia jalah : “Tanah untuk kaum tani”. Djadi tiap orang tani harus diberi tanah, supaja ia merasakan benar2 buah revolusi. Akan tetapi kaum Komunis harus ingat, bahwa sekarang dan dalam beberapa tahun jang akan datang belum mungkin melaksanakan sembojan ini, berhubung dengan kurangnja luas tanah di Djawa dan Madura, sedangkan djumlah kaum tani terlampau besar. Oleh karena itu buat sementara waktu, Rakjat tani dapat diberi pertolongan jang lebih baik tidak dengan membagi-bagikan kepada mereka tanah2 jang dapat dibagikan kepadanja sebagai hasil penghapusan sisa2 peraturan feodal dilapangan agraria. Tetapi tanah ini diserahkan kepada desa dan desalah jang mengatur penggarapannja oleh buruh-tani dengan tjara jang menguntungkan mereka.
c. Bagi pekerdja intelektuil : penghargaan jang lajak oleh pemerintah, sebab banjak pekerdja intelektuil jang merasa diri dan pekerdjaannja samasekali tidak dihargai oleh pemerintah.

1. Kelalaian dalam memperluas alat2 produksi jang lama dan membangun alat2 produksi jang baru jang dikuasai negara serta mengerdjakannja dengan se-hebat2nja untuk mempertinggi kemakmuran Rakjat.
2. Kelalaian dalam mengadakan aparat distribusi negara jang baik jang dapat memenuhi kewadjibannja dengan beres.
3. Kelalaian dilapangan keuangan negara jang ternjata dengan rnemuntjaknja kesukaran2 tentang hal uang, jang betul2 dirasai oleh seluruh masjarakat, terutama dikalangan Rakjat pekerdja.
4. Kelalaian dalam membangun koperasi2 Rakjat, tentang koperasi dilapangan keradjinan tangan dan perusahaan ketjil, dilapangan kredit dan distribusi jang dapat bekerdja bersama dengan pemerintah, baik dalam usaha pengumpulan bahan2 makanan, maupun dalam usaha distribusi barang2 dari pemerintah.
5. Kelalaian dilapangan sosial, jaitu terutama jang mengenai pemberian pertolongan kepada tentara jang berhidjrah, pengungsi, djuga jang mengenai perumahan jang lajak bagi kaum buruh, perawatan kesehatan dan pemberian obat kepada Rakjat.
6. Tidak adanja perhatian samasekali dari fihak pemerintah kepada masaalah golongan minoritet, jang sebagian besar terdiri dari orang2 jang memiliki perusahaan2 ketjil dan dari orang2 intelektuil. Harus diperdjuangkan oleh PKI supaja segala kelemahan ini dengan se-lekas2 nja dapat diatasi. Jang mengenai hal produksi dilapangan industri harus diandjurkan kepada kaum buruh, bahwa produksi harus diperbesar se-banjak2nja dengan sjarat, bahwa peroduksi dan distribusi serta perdagangan barang2 milik negara harus diawasi oleh serikatburuh.

Dengan pendek dapat dikatakan, bahwa dalam pekerdjaan se-hari2 PKI harus membela dengan giat kepentingan2 Rakjat pekerdja umumnja. Kepada pemerintah harus dituntut dengan tegas oleh PKI, supaja sebab2 jang dapat menimbulkan pemogokan segera dihilangkan.

Dalam menetapkan kewadjiban tersebut diatas, ditambah dengan kewadjiban melawan imperialisme jang mana sadja dengan tjara jang se-hebat2nja, maka kaum Komunis se-kali2 tidak boleh melupakan bahwa kewadjiban PKI pada saat ini dalam tingkatan revolusi sekarang ini jalah tidak melebihi daripada penjelesaian REVOLUSI NASIONAL atau REVOLUSI DEMOKRASI BURDJUIS TYPE BARU, sebagai tingkatan persediaan untuk revolusi jang lebih tinggi jaitu Revolusi Sosialis atau Revolusi Proletar. Pendorong Revolusi Nasional sekarang ini jalah Rakjat progresif dan anti-imperialis seluruhnja terutama sekali klas buruh sebagai pemimpinnja dan kaum tani sebagai sekutu klas buruh jang terpenting. Djikalau diantara Rakjat progresif itu tidak ada persatuan, maka revolusi tidak akan menang! Sebaliknja, hanja persatuan jang kuat diantara seluruh Rakjat jang anti-imperialis itu akan membawa Revolusi kita kepada kemenangan.

Wudjud satu2nja daripada persatuan itu, jalah Front Nasional jang disusun dari bawah jang disokong oleh semua Partai dan golongan serta orang2 jang progresif.

III Front Nasional

Setelah menindjau riwajat gerakan kemerdekaan semendjak permulaan pendudukan negeri kita oleh Djepang hingga kini, maka Polit-Biro menetapkan dengan menjesal bahwa kaum Komunis telah lalai mengadakan Front Nasional sebagai sendjata Revolusi Nasional terhadap imperialisme. Walaupun kemudian mereka mulai sedar akan kepentingan Front Nasional itu, akan tetapi kaum Komunis belum faham sungguh2 tentang hakekat Front Persatuan Nasional dan tentang tjara membentuknja. Beberapa matjam bentuk Front Nasional selama tiga tahun ini telah didirikan, akan tetapi selalu tinggal diatas kertas belaka, bahwa hanja berupa konvensi diantara organisasi2 atau diantara pemimpin2 sadja, sehingga djikalau ada sedikit perselisihan diantara pemimpin2 Front Nasional itu lalu menjebabkan bubarnja.

PKI berkejakinan, bahwa pada saat ini Partai klas buruh tidak dapat menjelesaikan sendiri revolusi demokrasi burdjuis ini dan oleh karena itu PKI harus bekerdja bersama dengan partai2 lain. Kaum Komunis sudah semestinja berusaha mengadakan persatuan dengan anggota2 partai dan organisasi2 lain. Satu2nja persatuan sematjam itu jalah FRONT NASIONAL. Dalam menjusun ini PKI harus mengambil inisiatif dan dalam Front Nasional itu PKI harus djuga memainkan rol jang memimpin. Ini se-kali2 tidak berarti, bahwa kaum Komunis memaksa partai lain atau orang lain supaja mengikutinja, melainkan PKI harus mejakinkan dengan setjara sabar kepada orang2 jang tulus hati, bahwa satu2nja djalan untuk mendapat kemenangan jalah membentuk Front Nasional jang disokong oleh semua Rakjat jang progresif dan anti-imperialis. Tiap2 Komunis harus jakin benar2, bahwa dengan tidak adanja Front Nasional kemenangan tidak akan datang.

Oleh karena pada dewasa ini telah ada program nasional jang sudah disusun, disetudjui dan diterima pula oleh semua partai, maka tidak salah djika program nasional ini dipakai dengan segera sebagai dasar untuk mewudjudkan Front Nasional. Front Nasional jang tulen harus disusun dari bawah, semua anggota partai2 jang sudah menjetudjui Front Nasional seharusnja memasukinja, setjara individual. Selain daripada itu diberi djuga kesempatan kepada beribu orang jang tidak berpartai dan jang progresif turut serta dalam Front Nasional. Komite2 Front Nasional, baik didaerah maupun dipusat, harus dipilih setjara demokratis dari bawah. Front Nasional sematjam ini, sekali berdiri, tidak akan mudah hantjur, bahkan tidak terlalu bergantung lagi kepada kehendak pemimpin2 partai. Front Nasional sematjam itu memungkinkan djuga pengurangan perselisihan politik dan djuga memperketjil adanja oposisi sampai pada batas minimum.

Bersamaan dengan itu, PKI harus berdaja-upaja supaja pemerintah sekarang se-lekas2nja diganti dengan pemerintah FRONT NASIONAL jang berdasar atas program nasional dan jang, bertanggung djawab. Hanja pemerintah sematjam itulah jang akan berakar kuat dikalangan Rakjat dan sanggup mengatasi kesukaran2 dalamnegeri serta meneruskan perlawanan anti-imperialis setjara konsekwen.

IV PKI dan daerah pendudukan

Polit-Biro menganggap perlu dan memutuskan, bahwa PKI harus sungguh2 mengatur dan memimpin perlawanan Rakjat terhadap Belanda didaerah pendudukan. Strategi PKI didaerah pendudukan terutama harus menghalangi Belanda dalam usahanja memperteguh kekuasaannja dan memperbesar produksinja. Kalau Belanda berhasil dalam usahanja itu, maka lambat laun Belanda dapat memadamkan semangat perlawanan Rakjat djelata. Perlawanan jang selalu bertambah, jang dilakukan oleh kaum gerilja didaerah2 pendudukan di Djawa, di Sumatera dan di-pulau2 lain harus mendjadi tanda bagi semua Komunis untuk aktif dan berani menjokong dan memimpin perlawanan2 itu.

V Ideologi

Polit-Biro berpendapat, bahwa kesalahan2 prinsipiil tsb. diatas terutama disebabkan karena lemahnja ideologi Partai. Kelemahan2 tsb. diatas harus Iekas diperbaiki. Dengan tidak adanja teori revolusioner tidak ada gerakan revolusioner kata Lenin. Pendapat Lenin ini terbukti kebenarannja dalam pekerdjaan kita. Oleh karena teori Marxisme-Leninisme adalah suatu ilmu (wetenschap) jang tertingi, maka iapun harus dipeladjari sebagai wetenschap djuga. Teori kita ini meneguhkan kejakinan, menadjamkan kewaspadaan, membesarkan keberanian dan memudahkan pekerdjaan kita dalam keadaan jang sulit. Partai Komunis jang benar2 berdasar atas peladjaran2 MARX, ENGELS, LENIN dan STALIN tidak akan mudah djatuh dalam keadaan kebingungan, dan bagaimanapun djuga sulitnja keadaan dan suasana politik Partai Komunis selalu akan mendapat djalan jang tepat untuk mengatasinja. Berhubung dengan itu, mulai sekarang djuga tiap Komunis DIWADJIBKAN membatja dan mempeladjari setjara sistematis teori revolusioner dan diwadjibkan mengadakan kursus2 dikalangan kaum buruh dan kaum tani, agar supaja dengan djalan demikian mereka selalu dapat menghubungkan teori dan praktek dengan erat. Teori jang tidak dihubungkan dengan massa, tidak dapat merupakan kekuatan, akan tetapi sebaliknja teori jang berhubungan erat dengan massa, merupakan kekuatan jang maha hebat.

Kawan Stalin mengatakan, bahwa tidak ada satu bentengpun djuga jang tidak dapat direbut oleh kaum Bolsjewik. Maka itu jakinlah, bahwa kaum Bolsjewik Indonesia akan dapat merebut benteng jang terantjam bahaja dihadapan mereka, jaitu benteng Indonesia Merdeka.

Polit-Biro Central Comite
Partai Komunis Indonesia

Djokjakarta, Agustus 1948.

Iklan